Split Album Pemandangan – Ledakan Urbanisasi: Penting! Tidak Hanya Hiburan

by arhamrahmat

PemandanganBand-LedakanUrbanisasi

Mungkin ini menjadi salah satu rilisan lokal menggairahkan di awal tahun 2013. Tidak! Salah! Ini merupakan rilisan lokal yang bukan mungkin, tapi penting. Dua musikus disatukan hingga jadilah satu album gabungan (split album) berbonus cepen. Hah! mana ada rilisan di era sekarang ini yang menyertakan bacaan ketika menyimak album tersebut. Paling paten baca lirik – kalau ada – dan tulisan yang melampirkan siapa saja yang membantu album tersebut di dalamnya. Menghapal lirik jika nanti satu waktu; beberapa lagu dalam album tersebut dibawakan penyanyinya ketika mentas – biar tidak hanya melongo menyaksikan – dan juga untuk jaga-jaga apabila ada perbincangan mengenai album yang didengarkan; sudah punya senjata sakti dengan menghapal lampiran tulisan – selain lirik – dalam album tersebut.

Tidak perlu banyak cingcong, kedua musikus yang tergabung dalam satu album tersebut adalah Pemandangan dan Ledakan Urbanisasi. Antusias mereka terhadap musik diutamakan karena kejujuran – yang sudah sering dilantunkan dalam lirik dan jadi judul lagu. Istilah yang sudah turun temurun – sedari usia lima tahun – pasti mereka laksanakan manakala diberitahu orang tua. Anak-anak yang sungguh menyayangi orang tuanya. Begitupun dengan musik, mereka menyayangi tanpa tedeng aling-aling. Untuk perkenalan kepada masing-masing dua musikus ini akan diberitakan lebih lanjut di bawah.

Empat lagu yang ada di dalam album gabungan ini hanya berdurasi dua belas menit. Hanya dua belas menit? Iya! Memang hanya begitu durasi yang mungkin mereka perlukan untuk merefleksikan musik yang sanggup mereka tampilkan. Lebih bagusnya lagi, empat lagu ini direkam secara langsung – bahasa kerennya live. Kok bagus? ‘Kan lebih bagus kalau ditata lagi dengan apa yang namanya mixing? Ah, tidak perlulah hal tersebut dilakukan, toh dengan merekam secara langsung unsur tidak bohong lebih terbuka. Lagipula keempat lagu ini sudah mencerminkan sifat aslinya; ketika dibawakan secara langsung. Kadar keceriaan Pemandangan dan Ledakan Urbanisasi lebih terjaga. Apatah jika yang mendengarnya, menyadari ada suara yang melenceng dari not atau gelak tawa yang muncul tiba-tiba. Disitulah letak daripada unsur keceriaan. Tidak ada tekanan yang dihadirkan. Bandingkan jika melalui proses mixing, bisa saja suara yang melenceng dari not dan suara gelak tawa itu dihapus oleh petugas yang melakukan mixing tanpa sepengatahuan musikusnya. Wah, bisa kepalang kepincut perasaan hati yang mendengarkannya. Kadung kecut mendengarkan lirik-lirik yang tidak tersampaikan kepada pendengar. Mixing ternyata bukan saja menghambat, namun mengilangkan keceriaan bagian tubuh lagu-lagu Pemandangan dan Ledakan Urbanisasi.

Tidak perlu disampaikan satu-per-satu bagaimana penjelasan tentang empat lagu yang ada di dalam album gabungan ini. Karena dengan menjelaskan satu-per-satu itu berarti memaksa secara tidak langsung sudah menyamakan persepsi pembaca. Dan memaksa menyamakan persepsi pembaca barang tentu telah mengambil hak orang lain. Mengambil hak orang lain membuat malaikat mencatat dosa. Tidak mau ‘kan terlibat dosa secara sadar? Dosa yang memberikan satu tempat di neraka jahanam seperti yang dituliskan di cerpen album ini. Atau mungkin dosan juga  adalah sandiwara Tuhan? Seperti yang dinyanyikan Pemandangan di lagu “Bocah Pikun”.

Oh iya, omong-omong soal cerpen dalam album ini. Secara sadar harus dituliskan bahwa lampiran cerpen dalam album ini bersifat sama dengan usungan musik Pemandangan dan Ledakan Urbanisasi. Cerpen dan album yang berasas menghibur dengan tumpuan New Weird Indonesia.

Cerpen ini terbagi masing-masing dalam empat bagian. Setiap bagian mewakili satu judul lagu di album ini. Risalah cinta yang ringan, berdasar pada dua lagu Pemandangan dan dua lagu Ledakan Urbanisasi. Adapun tokoh utama dalam cerpen ini: A’ Deden dan Entin disamping beberapa tokoh pembantu. Cukup sampai disini pengenalan akan cerpen tersebut, biarlah rasa penasaran terobati saat menyimak album dan membaca cerpen“hah!” ini.

Akhir kalimat, paket ini kembali dipertegas bahwa album ini lebih dari sekedar menghibur dan keceriaan. Album ini mengingatkan pendengarnya untuk menjalani hidup sehari-hari dengan tawa – meskipun lirik yang disampaikan tidak berbunyi tawa ataukah mengajak. Album ini penawar bermuram durja bagi yang mempunyai masalah cinta. Tentu, album ini obat untuk melepaskan penatnya hari, meski hanya mendengarkan satu kali tentu ada semburat senyum meskipun sedikit – tipis. Jika album ini tidak bisa memberikan penawar atau obat maka segeralah ke psikiater terdekat, mungkin ada masalah hidup yang sangat mamadai dan menodai. Semoga saja tidak mampir di sanatorium.

Silahkan mengunduh album dari dua musikus handal – yang kehandalannya susah dijamah. Selamat menyimak serta membaca bonus cerpen yang dikarang Adit Bujbunen Al Buse. Dan jangat lewatkan untuk memperhatikan secara seksama dari sampul albumnya. Sampul album dengan model peraga Irpanap, yang sangat mewakili semangat nama Pemandangan dan Ledakan Urbanisasi – semoga anda tidak bingung kalaupun bingung mohon maaf.

Tautan: http://inmyroom.us/pemandanganband-ledakanurbanisasi/

Aduh! hampir saja melupakan harapan untuk album ini. Sungguh tidak afdal rasanya ada pembuka ada penutup namun tidak ada harapan – ini bukan sekedar formalitas. Harapan bahwa album ini bisa segera dicetak dalam bentuk kaset – mengingat sampul album ini sudah menggoda untuk berbentuk fisik –  agar membuat para pendengar kedua musikus ini merasakan haru ketika mendapatkannya – bisa jadi musikusnya juga yang terlebih dahulu merasakan haru.

Baiklah, dicukupkan saja tulisan ini. Semoga berkenan. Selanjutnya, ada sedikit berita mengenai profil album dilanjutkan profil Pemandangan dan Ledakan Urbanisasi.

Artis: Various Artists

Judul album: Pemandangan Band / Ledakan Urbanisasi

Format: split-album (digital) + cerpen (eBook)

Label:  In My Room Records

Negara: Indonesia

Tahun rilis: 2013

Jenis Musik: Folk / Acoustic / Punk / Experimental

Style: Anti-Folk / Freak-Folk / Lo-Fi / New Weird Indonesia

 

 

Tracklist:

01. Pemandangan – Janji Si Anak Punx II

02. Pemandangan – Bocah Pikun

03. Ledakan Urbanisasi – Lagu Super Katro Abis!

04. Ledakan Urbanisasi – In My Room (The Beach Boys cover live)

Credits:

Model sampul album: Irpanap

Bonus cerpen oleh: Adit Bujbunen Al Buse

=====================================================================

PEMANDANGAN

Adalah sebuah proyek santay nan melegeday dalam aksinya, terlebih banyak mengutamakan eksplorasi dari myusix dan kolase kata-kata ekspresif. Dibentuk akhir 2010 yang digawangi oleh Erwin Windu Pranata (@saya_ewing), Mufti Priyanka (@amenkcoy) dan Rangga Aditya Bintara (@maunx). Awalnya memang tidak terfikir untuk membuat sebuah proyek ini, namun keadaan di mana masing-masing terjerembab kesibukan rutinitas sebagay seniman, desainer dan pekerja lepasan membuat ada dorongan mbeling berhasrat membangun kerjasama intuitif secara ekspresif, impulsif dan serba dadakan lewat kolaborasi secara kolektif.

Akhirnya Pemandangan membuat EP kecil-kecilan di tengah tahun 2011 berjudul Pemandangan (self-titled), dengan hit-single “Bocah Pikun” tetapi hanya beredar di kalangan terbatas. Sempat dibuat proyek lepas secara kolaborasi bersama Yusuf Ismail (@UCXUP) dan Muhammad Akbar (@killafternoon) tahun 2011 membikin video-klip khusus tembang “Bocah Pikun” pada saat all the gangs sengaja party pergantian tahun 2011 menuju 2012 di salah satu villa di daerah Cikuda, Jatinangor, Kabupaten Bandung dan rilis pada awal tahun 2012 juga.

Pemandangan adalah:

Amenk (vokal & gitar), Ewing (vokal & perkusi) & Maunx (vokal & gitar)

=====================================================================

LEDAKAN URBANISASI

Adalah sebuah proyek solo dari Dede yang didirikan pada tahun 2008, pasca bubarnya Joni Zebra (band surf-rock yang juga dikomandoi oleh Dede). Niatan awalnya ingin menjadi proyek musik folk yang serius, tapi apa daya, dengan segala keterbatasan skill dan dana, akhirnya Ledakan Urbanisasi malah terjun bebas ke scene lo-fi / indie-experimental lokal.

Tahun 2010 lalu Ledakan Urbanisasi merilis single-album bertajuk Berlayar. Lalu pada tahun 2011 kemarin sempat ingin merilis double-album, namun kandas karena komputer Dede tempat menyimpan file master lagu-lagunya crash. Kegalauan Ledakan Urbanisasi pun terobati dengan dirilisnya debut EP bertajuk Catwoman & Manohara pada awal tahun 2012 dan juga previously unreleased single “Broken Hearted Gospel” untuk album kompilasi Eksperimentasi Akustika #2 pada pertengahan 2012 kemarin.

Ledakan Urbanisasi adalah:

Dede (vocals & others

Advertisements