Celoteh Van Albadra

by arhamrahmat

4239400_700b_v1Jika segala sesuatu di alam semesta ini harus terjadi, dimanakah letak ironi? Mengapa mesti ada ironi yang selalu diucapkan manusia kalau sadar hal itu harus terjadi? Apakah ironi itu lawan dari kebetulan? Atau ironi sama saja dengan kebetulan namun berbeda peran? Sama halnya dengan kebetulan, apakah jika ironi terus-menerus terjadi masih dapat dikatakan ironi? Segala sesuatu yang tidak pernah dipikirkan namun harus terjadi. Wah! kebetulan sekali kita bertemu, saya sudah lama bla bla bla atau Sungguh ironis mengapa hal itu bla bla bla. Memang dua hal di alam semesta senantiasa ada sejak pertama kali tercipta. Ada makhluk hidup dan ada pencipta. Sifat baik manusia bersamaan muncul dengan sifat buruknya. Ada tesis dan antitesis. Sesuatu baru mempunyai nama dan makna jika ada lawannya atau mungkin juga persamaannya. Tunggal pun baru mempunyai makna setelah ada jamak. Dengan demikian dapatlah dikatakan bahwa manusia memang menjadi co-creator di alam semesta ini. Jika segala sesuatu di alam semesta ini harus terjadi, dimanakah letak ironi? Jangan-jangan ironi itu memang tidak pernah ada!

Advertisements